Jum. Jun 14th, 2024

Ketika ada wilayah private yang kamu anggap itu penting/manfaat bagimu, tak jadi masalah. Sah saja untuk kamu jalani selama kamu tak merugikan orang lain.
Akan tetapi yg jadi masalah adalah wilayah privatemu itu kamu paksa masuk ke ranah publik dengan segala macam tafsirannya, atas nama dakwah katanya. Juga kamu paksa wilayah privatemu bisa dihargai pada wilayah publik, dengan keadaan wilayah publik harus ikut atas kemauan wilayah privatemu itu.

Jika kondisi ini terus terjadi, maka manusia bisa berlaku semau gue, meski itu atas nama dakwah. Tidak berusaha menghargai wilayah publik yang telah menjadi keputusan bersama. Padahal dalam konsep Islam, yg namax kebaikan tidak harus dibenturkan satu sama lain. Akan tetapi itu bagaimana baiknya mereka bisa berjalan bergandengan. Bagiamana wilayah privatemu bisa dihargai, dan kamu pun bisa menghargai wilayah publik. 

Bukankah demikian lebih baik? 

Tapi kondisi saat ini dua hal itu di benturkan, yang akibatnya timbullah konflik, perpecahan dan saling klaim kebenaran. Aneh dan miris bagi saya pribadi, jikalau sesama Islam harus demikian. Sedih rasanya melihat kondisi itu harus terus terjadi.

Jangan pernah membenturkan dua kebenaran pribadi, sebab jika hal itu dibenturkan maka tidak akan menjadi lagi kebenaran.

-T.R-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X