Kadang qt merasa bangga dan senang dengan apa yang kita jalani juga dapat hari ini.
Berada pada posisi-posisi penting dalam kehidupan dengan Sistem Keuangan Ribawi yang tengah menjajah.
Juga merasa cukup hingga kadang berkata baþthwa “Orang Lain belum Bisa Capai itu sebab kurang ikhitiar dan doa maksimal”.
Tapi jarang kita sadari bahwa Sistem Riba yg kemudian melekat pada Uang yang sering kita peroleh lewat gaji/upah dalam status apapun pekerjaan kita, membuat kita harus bersaing bahkan saling bunuh satu sama lain u/ mendapatkannya.
Akhirnya muncullah kalah dan menang, dapat dan tidak dapat, hingga jatuh pada kaya dan miskin.
Padahal dalam pandangan orang yang beragama konsep persaingan dalam hidup yang memaksa kita secara tidak langsung menghancurkan hidup orang lain dari apa yang kita dapat tak pernah untuk di ajarkan.
Shalat, ngaji dan ibadah-ibadah lainnya yang kita lakukan kemungkinan menjadi kosong atau tertahan sebagai tebusan atas apa yang secara tidak langsung kita lakukan.
Rezeki harta yang begitu senang kita peroleh dengan berlimpahnya jarang untuk kita renungkan kembali untuk apa semua ini.
Jika saya mampu memperoleh ini dengan mudahnya atas ikhtiar yang dilakukan, bagaimana dengan lainnya, yang sudah melakukan hal serupa tapi rezeki harta itu tak datang jua.
Pernahkah kita merenungi ini dengan bijak kenapa hal itu bisa terjadi?
Atau pernahkah kita pula dalami dalam diam di kesunyian malam melihat orang lain dalam derita-derita hidup yang dialami?
Juga pernahkah kita renungi bahwa rezeki yang kita peroleh adalah hasil dari mengalahkan yang orang lain?
Dan pernahkah kita rasakan bahwa kesenangan rezeki yang kita dapat membuat orang lain jadi derita atas itu?
Jika kita mampu mendapati jawaban maksud pertanyan-pertanyaan itu, maka sungguh kita begitu kejam bahwa kita tanpa sadar membuat orang lain menderita.
Tapi itulah pilihan kehidupan, jika kita tak menjalaninya maka hidup pun tak berjalan.
Namun paling tidak kita bisa sedikit membuka rasa bahwa rezeki harta yang diperoleh saat ini adalah hasil dari sitem ribawi dengan proses yang tidak lurus bahkan mencederai manusia lainnya.
Setiap pilihan hidup pasti akan di mintai pertanggungjawabannya.
So?
Mau hidup seperti apakah dirimu?
-T.R-




