Salah satu yang menurut saya dapat di jadikan sosok pembaharu di Kabupaten Muna juga patut di dengarkan nasihat-nasihatnya adalah Ustad Munir Aswandi atau yang sering kita kenal sebagai “Supir Viar”. Perjalanan beliau terkait hidup perlu kita jadikan sebagai contoh. Bagiamana tidak, banyak lika-liku kehidupan sudah beliau lalui. Hingga akhirnya memutuskan untuk membanting stir 180 derajat dari kenikmatan yang sedikit pernah beliau alami. Fokus untuk membangun putra-putri bangsa dan daerah Kabupaten Muna lewat Sekolah Islam yang kini beliau jajaki.
Bagi saya beliau adalah salah satu mentor terbaik hidup saya semenjak SMA hingga saat ini. Beliau yang juga sepupu sekali saya ini, mengajarkan saya banyak hal terkait Islam dan menjadi Insan Kamil yang prestatif, kontributif dan memberikan kebermanfaatan bagi kehidupan.
Kala masih memakai seragam putih abu-abu, beliaulah yang selalu memberikan saya masukan dan saran dalam bergerak sebagai seorang siswa terbaik. Di luar sosok Al-Marhum Ka Andu, beliau pula yang selalu mendorong saya untuk membangun satu gerakan dakwah di sekolah tempat saya dulu mencari ilmu. Yang tak disangka lembaga dakwah yang bernama Siswa Cinta Mushola itu, kini berkembang tidak hanya di sekolah saya, akan tetapi sudah mampu melebarkan sayap hingga Kabupaten Muna.
Perjalanan saya di kampus pun masih berada dalam pantuan beliau.
Hingga pada puncaknya saya memutuskan untuk memilih jalur sendiri saat ini, atas apa yang telah saya dapati. Dan pada akhirnya di pilihan saya itu yang kemudian menjadi pembeda dengan apa yang beliau inginkan terhadap diri saya. Meski saat ini sedikit memiliki pandangan yang berbeda, akan tetapi semangat dakwah yang ditanamkan itu masih terus ada dan tak akan pernah hilang hingga nyawa ini terambil.
Hari ini di waktu yang terbatas saya mencoba untuk menyambangi beliau, sembari silaturahmi dan melihat sekolah rintisan beliau yang coba dibangunnya mulai dari nol. Segala jalan coba di lakukan untuk mewujudkan mimpinya itu. Mulai dari mengajukan proposal dor to dor, promosi bantuan melaui media sosial yang dulu juga sempat saya fasilitasi hingga saat ini harus berjualan madu dari rumah ke rumah. Bahkan beliau dengan yakinnya mengundurkan diri dari forum dakwah kepartaian yang telah membesarkan namanya, hanya demi fokus mewujudkan mimpi tertingginya itu.
Saya sangat terkagum dengan apa yang beliau perjuangkan hingga hari ini. Di saat banyak yang sedikit ragu bahkan mencemooh tak terkecuali oleh sebagian teman bahkan keluarga beliau. Mustahil, sukar, dan terlampau jauh menghayal adalah kata yang kadang mendarat di telinga beliau. Namun beliau membalas dengan senyum positif sembari membuktikan semangatnya dalam memberikan kontribusi bagi dakwah dan daerah dengan adanya bangunan sekolah yang berdiri kokoh di hadapan saya ini. Perlahan tapi pasti, penuh kesabaran, rencana yang matang serta semangat pantang menyerah, itulah yang coba beliau suguhkan.
Tujuan yang beliau inginkan tentunya tidak hanya sebagai sarana dakwah saja, akan tetapi mampu menghadirkan ruh kepastian nasib bagi orang lain. Di saat kerasnya persaingan kerja, beliau tak ayal untuk membuka lahan garapan baru bagi mereka yang ingin menyambung nyawa dan mencari pundi-pundi rupiah kehidupan. Ide-ide perubahan sistem sosial-masyarakat, dakwah, juga pengembangan Kabupaten Muna yang beliau paparkan membuat saya semakin terkagum berbalut bangga.
Dalam diskusi hangat di sekolah itu beliau pun juga meminta masukan pada saya untuk saran-saran pengembangan bangunan dan kurikulum kedepannya. Hal itu membuat saya senang, sebab dengan perbedaan yang ada, beliau masih percaya dengan ide-ide perubahan yang juga saya lakukan. Tak luput pula beliau membahas terkait jodoh yang di tawarkan kepada saya. Saya hanya mampu tersenyum nan tersipu malu. Diskusi kian alot karena belum adanya kesepahaman, membuat waktu tak terasa telah menunjukan panggilan zuhur. Akhirnya agar dapat menyingkat bahasan itu, saya kemudian sedikit memberikan penjelasan terkait kriteria jodoh yang saya inginkan. Bahkan tak tangung-tanggung saya menyontohkan nama dan sosoknya sekaligus. Semoga dengan itu beliau paham yang apa yang saya harapkan. Perbaiki niat, perbanyak tahajjud, puasa dan istikharah itulah pesan terbaik yang disampaikan pada saya.
Perjalan waktu akhirnya membawa kami untuk menunaikan sholat dzuhur di sekolah yang kemudian di tutup dengan traktiran menikmati lezatnya pisang ijo di siang hari. Dalam ujung sesi diskusi tersebut yang di temani segarnya kuah pisang ijo, mencapai kesepahaman bahwa antara realitas hidup dan idealitas perjuangan keduanya harus seimbang. Tidak boleh salah satu di antaranya menjadi pincang. Dan juga kita berjalan pada pilihan masing-masing untuk bagiamana membangun umat serta peradaban ini mencapai kejayaan dan kemenangannya yang pada puncaknya adalah keadilan, kesejahteraan dan kemakmuran. Sebab hidup ini hanya sekali,maka sepantasnya kita harus memberikan yang terbaik dalam hidup, sesuai jalan juang yang diyakini serta kemampuan yang dapat dipikul.
Terimakasih sang supir viar yang sekaligus mentor dalam hidup hingga hari ini.
Terimakasih atas segala nasihat, pesan dan masukan yang selalu di berikan.
Terimakasih sudah mampu memahami segala kerumitan yang selalu saya utarakan.
Dan terimakasih pula atas pesan serta traktiran pisang ijonya hari ini.
Berdoa agar sekolah yang dirintis dapat berkembang lebih maju, pesat dan memberikan manfaat lebih banyak bagi umat.
Melahirkan generasi Muda Muna yang Islami, Visioner, Kontributif dan Solutif pada permasalahan umat tak terkecuali daerah.
Berharap dapat bersua kembali dilain waktu dan kesempatan.
Dan semoga kita termasuk orang-orang yang mencapai garis finish di waktu, tempat dan cara yang tepat hingga meraih keabadian jannah.




