Sab. Jan 17th, 2026

“Apakah arti ilmu pasti yang mereka peroleh itu bagi kehidupannya di kemudian hari bila tidak berguna?” (Pramodeya Ananta Toer)

Kondisi pemuda daerahku saat ini atas kenyaatan yang menjadi sorotan pribadiku selama ini kini hanya menjadi patung di tengah keramaian atas masalah yg ada di daerah. Mereka hanya bisa menjadi penonton dan tak berani menyelesaikannya. Sebagai bukti adalah masalah sampah, premanisme, pengembangan ekonomi kreatif dengan potensi sumber daya alamnya,aktivitas tawuran antar warga, minum-minuman keras, perjudian, pacaran, dan pembahasan masalah politik yang tak kunjung henti menjadi aktivitas tidak produktif yang terjadi pada pemuda di daerah ini.

Hanya pertengkaran dan perpecahan satu sama lain yang ada. Musuh kian menjadi musuh dan saudara pun berubah menjadi musuh. Kesadaran pemuda daerah ini akan perananan tugasnya masih ditenggelamkan. Padahal mereka sudah makan garam dan memiliki obatnya atas apa yang telah atau sedang mereka peroleh dalam skala propinsi, nasional bahkan internasional

Banyaknya pola pikir, budaya perubahan hingga status sarjana-sarjana daerah bergelar S1, S2, S3 hingga Prof. diperolehnya, hingga memungkinkan susah untuk terdata. Tapi kebanyakan mereka hanya pulang dan pergi tak kembali. Daerah ini hanya di jadikan tempat singgah sesaat untuk makan dan tidur

Ada Apa dengan Kalian, Wahai Pemuda Daerahku?
Manakah ilmu segudang yang kalian dapat itu?

Hal ini akan terus terjadi jika kita sebagai Pemuda Daerah, pembawa perubahan positif bagi daerah ini, tak bisa memainkan perannya dengan baik. Oleh karena itu, marilah kita memainkan peran itu sesuai kapasitas dan kompetensi yang kita miliki. Sehingga kita sebagai pemuda bisa menjadi pemuda yang produktif, solutif dan kontributif.
Semoga langkah kecil itu dengan kerja cerdas, ikhlas, kreatif dan inovatif mampu membawa kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat yang kita cita-citakan bersama

-T.R-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X