Pemilu beberpa waktu telah berlalu. Berita-berita konyol mulai muncul di koran tentang perilaku aneh beberapa Caleg yang gagal mendapatkan suara.
Para Caleg yang menghabiskan banyak uang untuk mencetak poster, spanduk, dan kolom iklan di koran, berharap uang “Investasi”nya dapat kembali. Tapi sayang, harapan tidak selalu sama dengan kenyataan. Uangnya berhamburan tanpa sisa begitu saja.
Di poster, spanduk, dan iklan mereka seolah menggambarkan diri dengan berbagai kosakata terbaik bak mendapat perhatian harapnya seperti : jujur, amanah, cerdas, anti korupsi, nasionalis, religius, sayang rakyat dan bla bla bla lainnya untuk memikat dan memenangkan hati para pemilihnya.
Disisi lain, bagi mereka yang berhasil memenangkan ajang judi resmi itu, masih belum mendapatkan pengesahan resmi terpilih dan terlantik saja, sudah sibuk dengan koalisi antar partai atau lainnya, alias ciri-ciri khusus yang mereka jual saat kampanye harus dikompromikan dengan ciri-ciri khusus anggota dewan yang lain.
Ibarat keluarga Anda membeli tiket tour dengan travel A untuk berlibur ke Bali, keluarga tetangga Anda membeli tiker tour dengan travel B untuk berlibur ke Surabaya, tetapi A dan B berkoalisi tanpa izin kalian dan memutuskan untuk membawa kalian 2 berkeluarga untuk berlibur ke Lombok.
Saya tidak ikut dalam proses pemilihan, karena tidak percaya dengan orang-orang itu. Mereka yang kurang tau bahkan tidak mengetahui penyebab masalah tidak bisa menyelesaikan masalah. Dokter yang tidak bisa mendiagnosa penyakit pasiennya tidak bisa memberikan obat kepada pasiennya.
Apakah tidak memilih lantas adalah hal yang lebih baik? Saya tidak tahu menyoal itu.
Sepengetahuan saya hanya adalah belum bisa mempercayai calon-calon yang ada. Saya tidak sanggup pergi ke TPS dan mencontreng nama-nama mereka.
Karena tidak ada yang bisa memastikan dan menggaransi apa yang mereka sampaikan dapat terelasisasi.
Transkrip terbaik mengenai sistem “Demokrasi” yang sedang kita “nikmati” kemungkinan adalah Protocols of Zion. Wakil rakyat yang tidak kompeten, antara idiot dan moron, antara setan dan iblis. Bahkan salah seorang profesor mengatakan malaikat yang masuk dalam sistem saat ini pun dapat menjadi setan/iblis.
Berbagai masalah sosial-ekonomi-politik-budaya dan lainnya di dunia ini, sudah berada di titik di mana solusi apapun yang coba ditawarkan, tidak mungkin lagi diaplikasikan tanpa menciptakan pertengkaran besar.
Ini adalah bagian dari Divide & Conguer.
Bela A salah, bela B juga salah.
Ke kiri salah, ke kanan juga salah.
Mengkritik pemerintah salah, tidak mengkritik juga salah.
Kenapa semua itu dapat terjadi?
Jika kita telah lebih jauh, maka kita akan menemukan semua masalah saat ini dimulai dari “Uang”, kawan.
Debt Based Money System membutuhkan Debt (hutang) sebagai sumber energi. Kalau kita tidak bisa membayangkan efek kurangnya hutang terhadap sistem ini, bayangkan saja seseorang yang hanya bisa memakan sepotong roti kecil + segelas air putih setiap hari. Hari demi hari, dia akan semakin kurus. Sampai dia kekurangan gizi dan akhirnya mati.
Tunggu??
Beberapa orang berkata “Kan pemerintah berbagai negara sedang sibuk dengan paket stimulus mereka, situasi sebentar lagi pasti akan membaik, bukan begitu?
Stimulus dibiayai dengan berbagai cara (Beda Negara, Beda kondisi). Mereka yang memiliki tabungan akan menstimulir perekonomian dengan tabungan. Dan yang tidak memiliki tabungan akan menstimulirnya dengan Uang Pinjaman (Hutang). Bahkan yang tidak sanggup meminjam (surat hutang tidak laku) akan menstimulir dengan monetisasi hutang (uang baru, dibayar kembali secara perlahan-lahan dalam bentuk pajak di tahun-tahun mendatang).
Mengapa begitu?
Ini adalah upaya terakhir untuk memompa debt (hutang) dalam Debt Based Money System. Efek runtuhnya hutang konsumen (kredit) dikurangi dengan meningkatkan hutang pemerintah. Replacing private debts with public debts. Bagi kita yang mulai memahami mekanika penciptaan uang, stimulus seperti ini adalah bukti paling kuat tidak ada penguasa negara manapun yang berani menantang Debt Based Money System!
Isu paling penting mengenai sistem9 penciptaan Uang dunia adalah bolehkan pemerintah mencetak uang sebagai debit, bukan sebagai hutang kepada siapapun.!!
Jatuhnya adalah
Money as public creation (Government)
vs
Money as private creation (Banks)
Propaganda paling sukses di dunia mengenai sistem penciptaan uang memungkinkan bahwa penciptaan uang tidak boleh diserahkan kepada pemerintah. Untuk itulah sebenarnya dipromosikan buku The Lost Science of Money kepada kita sebelumnya.
Dulunya, saya juga mempercayai konsep negara mencetak uang sesuka hati sampai saya sadar kalau negara memang bisa mencetak uang begitu gampang seperti yang sering dikatakan orang, mereka tidak perlu menerbitkan begitu banyak jenis surat hutang lagi. Pemerintah tidak bisa dipercaya? Lantas bankir swasta bisa??? Kalau bisa, mengapa tidak ada satu generasi (± 25 tahun) pun yang berlalu tanpa krisis ekonomi?
Pemerintah berkolaborasi dengan bankir? Ya dan tidak, tergantung makna pemerintah bagi kita. Kalau kita berpikir pemerintah selama ini adalah sebuah institusi yang independen, bukan institusi turunan dari kekuatan finansial, maka iya, ada kolaborasi. Tapi kalau kita bisa melihat bahwa pemerintahan berbagai negara hanyalah puppet dari kekuatan finansial, maka tidak, tidak ada kolaborasi. The Money Power has been in charge, They Always Are! Kapitalisme dan Sosialisme adalah hal yang sama, kalau kita bisa melihat siapa pengendali kekuasaan yang sebenarnya.
Sebagai gambaran dapat disederhanakan dengan suplai uang sekarang adalah begini yakni:
Pemerintah X menerbitkan surat HUTANG sejumlah $1 juta. $1 juta ini kemudian dibelanjakan dalam proyek / pekerjaan pemerintah. Orang-orang yang mendapatkan $1 juta ini lalu membelanjakan uang-uang ini dalam masyarakat. Masyarakat yang mendapatkan uang ini, menabungkan sebagian uang tersebut ke bank. Bank menjadikan uang ini + modal mereka sebagai basis untuk menciptakan kredit (hutang) baru kepada masyarakat yang lain (konsumen). Volume kredit yang tercipta adalah berkali-kali lipat dari uang yang ada (fractional reserved system). Kredit memang bukan uang, tetapi kredit memiliki fungsi yang sama dengan uang.
Penyebab bank bisa mendapatkan masalah (walaupun mereka memiliki hak untuk menciptakan kredit) adalah karena tidak ada yang bisa memastikan apakah orang-orang yang mengajukan kredit kepada perbankan akan memenuhi janji untuk melunasi hutang mereka, dan tidak ada juga yang bisa memastikan jaminan (kolateral) yang diberikan sebagai dasar pinjaman tidak akan mengalami penurunan nilai. Bila kerugian dari kredit yang mereka ciptakan lebih besar dari modal mereka, modal akan menjadi negatif (insolvent), bank pun bangkrut. Orang-orang yang mengira mereka memiliki uang di bank baru kemudian sadar bahwa uang di rekening mereka sudah menguap di tengah udara.
Poops… Hilang.
“Kredit bisa dianggap = uang, selama krediturnya masih solvent”
Surat hutang pemerintah ada bunganya… Hutang konsumen juga ada bunganya…
Sumber pendapatan yang lain dari pemerintah??
• Pajak
• Pendapatan dari perusahaan negara
Mereka yang membayar pajak adalah rakyat negara bersangkutan, yang memberi pendapatan kepada perusahaan negara juga adalah rakyat negara bersangkutan (kecuali kalau penjualan perusahaan negara itu 100% ekspor). Jadi ujung-ujungnya yang membiayai nyaris semua pembayaran hutang pokok dan bunga pinjaman adalah rakyat negara bersangkutan. Skema ini tidak ada hubungannya dengan medium apa yang dijadikan uang Emas, perak, perunggu, tembaga, kertas, elektronik. Semuanya berakhir dengan cara yang sama.
Pinjam X bayar X, plus bunga X…
Pinjam Y bayar Y, plus bunga Y…
Pinjam Z bayar Z, plus bunga Z…
Gold standard??
Kawan, kalau uang selama ratusan tahun ini masih adalah koin emas fisik, saya ragu kita akan melihat pertambahan populasi seperti ini. Semua ekspansi aktifitas perdagangan, industri, dan teknologi dibiayai oleh pertumbuhan masif suplai uang yang ada. Kalau emas fisik adalah uang, peradaban dunia pada 2009 ini tidak akan seperti yang sedang kita lihat lagi. Dan kita kemungkinan tidak akan duduk di depan komputer dan membaca blog seperti sekarang.
Colonial Scripts & Greenback
Berita buruk mengenai colonial script dan greenback mungkin tidak perlu kita dengar dari secara rinci dari tulisan ini, ada banyak artikel di internet yang menceritakannya. Dua-duanya gagal karena Over Supply (dicetak terlalu banyak).
Tapi 1 hal yang perlu kita ketahui adalah, yang memalsukan uang kertas ini bukanlah pemerintah. Dua-duanya dipalsukan secara masif oleh kekuatan finansial di London untuk mengembalikan pengendalian Amerika ke tangan bankir internasional di Inggris. “Dalam jangka panjang, siapa yang mengendalikan suplai uang sebuah negara, dialah yang mengendalikan negara tersebut”
Untuk mengendalikan suplai uang Amerika, bankir internasional (Rothschild cs) harus mengembalikan medium uang yang mereka kuasai (emas) sebagai uang di Amerika. Uang kertas harus diganti dengan uang emas!!.
Hari ini, tentu saja, kebutuhan bagi mereka untuk kembali ke emas sebagai uang sudah tidak ada, karena yang memonopoli uang kertas (bank note) pun adalah mereka sendiri. Dua-duanya sudah dalam kontrol mereka. Manfaat terbesar kampanye emas di internet adalah untuk menjual emas di harga setinggi-tingginya kepada orang-orang yang sanggup membeli.
Siapa pemilik bisnis pertambangan utama emas dunia?
Bank-bank mana yang membiayai (memberikan kredit kerja) kepada perusahaan-perusahaan pertambangan utama dunia?
Cobalah mari kita research kembali untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.
Dan kalaupun secara ajaib dunia kembali lagi ke gold standard (fractional reserved gold standard!), kekuatan yang samalah yang masih akan menjadi bankir dan menciptakan kredit kepada manusia-manusia yang ada. Sedikit lucu melihat kampanye anti produk Amerika, anti Israel, anti Zionis, dan produk-produk yang lain, begitu gampang bagi sebagian orang untuk menyampaikan ide memboikot KFC, McDonald, Coca-Cola, dll, saya penasaran kapan orang-orang yang sama akan berpikir untuk melancarkan kampanye memboikot emas?
Membeli emas adalah tindakan perlawanan terhadap bankir internasional?? Ini perlu ditelusuri lebih jauh.
Harga emas boleh naik boleh turun, dan itu tidak akan mengubah kenyataan bahwa proses penciptaan uang masih harus datang dari aplikasi kredit kepada perbankan!
Harga emas meroket??
Ya, itu akan membuat orang-orang yang menyimpan emas untuk bertambah kaya, tetapi demikian juga dengan para Money Masters, mereka juga akan bertambah kaya! Jauh melebihi kita.
Gampang mencari berita bank sentral menjual cadangan emas mereka untuk “menekan” harga.
Yang tidak gampang adalah mencari berita siapa yang sedang membeli!
Who is the last buyer??
Mereka-mereka yang berdebat bahwa kembali ke emas akan menyelesaikan masalah, bahwa “fiat” money (kertas) adalah hasil kreasi iblis. Kita tidak tahu siapa yang sedang menjadi BOS.
Apa sebenarnya Colonial sScript & Greenback?
Bayangkan $1 juta pada contoh di atas $1 juta itu adalah uang, bukan kredit! $1 juta itu akan eksis secara permanen di masyarakat tanpa bunga, dan tidak perlu dikembalikan kepada siapapun.
Itu adalah uang, sebagai alat tukar (medium of exchange) di masyarakat. Berbeda dengan kredit / IOU (promise to pay money), colonial script & greenback adalah the money itself.
Hal ini seharusnya menjadi hak dan kewajiban dari pemerintah untuk mencetak uang dan mengedarkannya demi digunakan oleh komunitas yang mereka wakili. Mereka tidak perlu untuk menjerumuskan diri mereka ke jurang hutang sejak awal.
Pemerintah tidak bisa dipercaya?
Baik, kalau demikian buatlah sistem di mana departemen yang menciptakan suplai uang harus bisa dikontrol oleh publik dengan memaparkan data yang transparan.
Masih tidak bisa dipercaya?
Lantas itu otomatis berarti perbankan swasta lebih bisa dipercaya?
Perbankan swasta pasti lebih jujur dibanding pemerintah??
Come On..
Mari sadari ini..
Setiap kali ada krisis, perbankan swasta meminta tolong kepada pemerintah (rakyat). Di hari-hari baik, semua keuntungan adalah milik mereka, di hari-hari buruk, semua kerugian akan dibagi rata dengan rakyat negara bersangkutan. Sungguh model bisnis yang sempurna.
Kalau pemerintah bisa menolong mereka, mengapa tidak sejak awal mengambil alih mandat penciptaan uang dari mereka saja?
Mengapa??
Karena KITA PUBLIK, cukup bodoh dan telah buta untuk menerimanya.
Ini ada dua contoh link tentang skema penciptaan uang yang lain, yang satu dari Richard Cook, yang satu dari Ellen Brown, kalau ada waktu bisa kita baca lebih lanjut di link mereka.
Note:
(Disini tidak dikatakan bahwa semua orang yang mempromosikan emas sebagai uang adalah antek Money Masters, kami hanya merasa sejumlah besar dari mereka adalah korban propaganda populer bahwa emas adalah uang “Sejati.” Dunia ini tidak ada uang sejati. ALL MONEY IS FIAT BY DECREE.
Tapi uang sejati adalah Produktivitas Kerja Manusia itu sendiri.
By Anonim




