Sab. Jan 17th, 2026

Kisah empat orang anak yang tinggal di area Lepo-Lepo, Kendari Sulawesi Tenggara bernama Kendi, Bunro, Fadil dan Sandi dapat menjadi pelajaran bagi kita semua untuk memaknai pahit- manisnya serta semangat bekerja keras dalam hidup.

Tak seperti laiknya bocah-bocah lainnya, yang menghabiskan waktu pulang dari sekolah untuk istirahat siang, belajar, terlebih lagi utuk bermain menikmati masa-masa indah kecilnya.

Keempat bocah yang kini duduk di bangku kelas 1, 3 dan 5 SDN 19 Baruga, Kota Kendari ini begitu gigihnya mencari pundi-pundi rupiah untuk membantu kedua orang tua mereka terutama mama yang begitu dicintainya.
Mama yang hanya menjadi “Ibu Rumah Tangga”, serta Bapak yang bekerja sebagai “Kuli Bangunan”, dengan penghasilan yang tidak pasti, memaksa keempat bocah tersebut untuk berjualan jagung di tengah sulitnya mencari penghasilan lainnya bagi mereka.

Setiap pulang sekolah mulai dari persiapan hingga waktu jualan tiba, mereka harus menjajakan jagungnya, dengan berjalan kaki puluhan kilometer mulai dari kediaman tinggal mereka Lepo-Lepo hingga menuju perempatan lampu merah Wua-Wua tak jauh dari Toko Handphone GMT, Kendari hampir tiap sore hingga malam menjelang mulai pukul 15: 00-00: 00.

Jagung rebus yang dijualnya pun begitu murah dan mampu untuk kita jangkau. Hanya dengan bermodal 5.000 rupiah/buah kita sudah bisa menikmati jagung rebus jajakan mereka.

Dalam satu kali jualan jagung/harinya, mereka mampu memeroleh sekira 100.000 untuk di bawa pulang. Uang dari hasil jualan jagung, langsung dipersembahkan kepada mama, untuk biaya hidup sehari-hari mulai dari makan, biaya sekolah, sandang hingga modal usaha jualan.
Total jualan yang didapat pun tidak menentu seperti itu. Kadang cukup, lebih, atau bahkan kurang sekalipun, tergantung pada laku dan tidaknya jagung rebus yang mereka jajakan.

Meski demikian, di tengah perjuangan hidup yang dirasa cukup berat paling tidak mereka sudah mampu memberikan “Rupiah Terbaiknya untuk Mama”.

Hidup bukan soal kita saat ini sedang berada di posisi atas atau bawah, tetapi tentang bagaimana kita terus menjalaninya dengan terus semangat bekerja keras dan menikmati hasilnya”.

-T.R-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X