Pernyataan yang dikeluarkan oleh World Health Organization (WHO) pandemic corona virus Disease (Covid-19) kini telah menjadi masalah kesehatan dunia. Dengan pandemik corona, memaksa sejumlah Negara melakukan lock down dan Social Distancing tak terkecuali Indonesia. Lock down dan Social Distancing (menjaga jarak sosial) adalah bentuk tindakan pencegahan non-farmasi terhadap penyebaran virus dengan cara meminimalisir kontak langsung antar manusia dan menjaga jarak tertentu.
Sebab virus ini tidak mengenal pada siapa dia menempel dan menggeliat.
Akibatnya sulit untuk dideteksi kapan tertular dan siapa yang menularkan. Bahkan meskipun kita tertular dan memiliki antibodi yang cukup untuk mencegah virus ini, belum tentu dengan yang lainnya. Disinilah kengerian virus covid-19 ini, dia datang tiba-tiba dan tidak terduga.
Saat ini aktivitas virus corona telah menimbulkan begitu banyak kerugian, baik dari besarnya jumlah korban hingga supply-demand ekonomi ikut terganggu. Diantaranya, banyak orang yang kehilangan pekerjaan, kekurangan/menurun penghasilannya bahkan paling menyedihkan bagi pekerja yang mengandalkan penghasilan harian tidak lagi mampu mencukupi kebutuhan anak istrinya. Hingga yang paling membuat kita baper adalah ketika para dokter, perawat dan medis sebagai garda terdepan banyak yang menjadi korban keganasan corona virus. Semoga perjuangan para garda terdepan menjadikan ia sebagai Jihatnya dijalanNya.
Di balik semua dampak-dampak yang diakibatkan dari musibah covid-19, terdapat kandungan hikmah yang bisa kita petik.
Beberapa diantarnya yakni:
1.Sistem Keseimbangan Alam
Bumi yang kian lelah kini, butuh istirahat sejenak dari segala hiruk pikuk dan tingkah laku manusia yang semeruwet, merusak dan menciderai fitrah sucinya.
Kesibukan manusia dari tempat-tempat strategis yang biasanya terus menerus dipadati kini kian sepi. Corona memberikan ruang baginya untuk rehat. “Beristirahatlah Sejanak Bumiku”.
Polusi udara berkurang dan produksi sampah menurun Corona telah mengembalikan imun bagi bumi dan alam ini. Tinggal bagiaman lakon manusia dalam merespon teguranmu hingga mendandanimu kembali pada garis startmu.
2. Sistem Pemerintahan
Pemerintah sebagai kontrol kebijakan kini tengah diuji kinerjanya terutama Presiden. Apakah mampu memberikan solusi terbaik bagi kemaslahatan umat tau tidak. Dan apakah mampu mengayomi juga melindungi kesehatan diri bak kesejahteraan ekonomi masyarakat tau tidak dalam waktu yg cepat juga tepat. Kaitannya dengan itu timbullah kontradiksi pilihan yang ada. Keduanya menimbulkan terjadinya ancaman kehidupan.
Dari sini kita belajar terkait bagaimana kita dalam mengambil keputusan sebagai pemimpin jua menelaah lebih jauh problem yang tengah terjadi serta solusi terbaiknya.
3. Tatanan Kehidupan Sosial
Kesibukan duniawi yang terus menghampiri keseharian hidup kita, kini sedang rehat sejenak. Nafsu-nafsu dunia yang terus menggerutu dalam jiwa tengah di puasakan. Rasa iba dan kebersamaan yg kini timbul. Corona memberikan kita angin sejuk agar kita mampu mengisi waktu luang bersama keluarga, bercengkrama, berdiskusi dan saling merajut kembali kasih yang telah lama pergi. Dia pun mengasah kesosialan, ke pedulian, dan rasa keibaan kita pada orang lain. Saling tolong menolong untuk melengkapi keperluan yang dibutuhkan menghadapinya. Ada yang berlomba menyediakan madu, APD, Masker, sembako bagi pelaku ekonomi harian dan lainnya. Di sini kita diajak pentingnya merasakan derita orang lain yg sedang berpacu dalam nyawa dalam bingkai kesadaran, ketataan, dan sikap gotong royong.
4. Pentingnya Menjaga Kesehatan dan Kebersihan Diri juga Lingkungan
Corona virus yang berafiliasi pada area lingkungan yang jorok dan kesehatan diri yang belum terjaga mengajarkan kita untuk mulai pola hidup bersih dan sehat.
Mandi dan cuci tangan yang dulu jarang kita lakukan kini setiap saat kita tekuni, bahkan menjadi hal wajib yang harus dilaksanakan. Termasuk pemeliharaan kebersihan lingkungan baik dirumah ataupun lingkungan sekitar. Di sisi kesehatan kita mulai sadar betapa pentingnya untuk makan-minum yang bergizi untuk meningkatkan imunitas tubuh.
Misal dengan banyak mengonsumsi vitamin C dalam bentuk buah tau sayur”an, madu, minuman kesehatan, dan segala jenis nya yang mampu meningkatkan imunitas tubuh.
Paling tidak empat hal di atas yang bisa saya ambil hikmahnya serta dapat menjadi pelajaran buat kita semua untuk selalu menjaga diri, menjaga lingkungan, masyarakat dan terlebih lagi negara ini.
Terimakasih Corona Virus atas segalanya:
#Karenamu aku mampu menghargai kembali bumiku
#Kerenamu aku mampu belajar untuk bisa jadi pemimpin yang bijak dan sigap dalam mengambil keputusan.
#Karenamu aku mulai menau betapa pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan diri juga lingkunganku.
#Karenamu aku mampu belajar pentingnya hidup gotong-royong, memapah yang lemah dan menyemangati yang derita.
#Karenamu aku mampu merasa seperti apa perjuangan menghadap maut.
#Karenamu segala hal duniawi baik jabatan, harta dan strata sosial sudah hampa bagiku.
#Karenamu aku belajar berpuasa dari nafsu syahwat duniaku
#Dan karenamu aku semakin sadar bahwa hidup ini hanya sebentar saja, mati datang tak menentu, serta tak ada yang berarti untuk di bawa pulang selain jejak-jejak amalku.
Jasamu membuat kami manusia kian sadar dan bermuhasabah dari perjalananmu dihadirkan.
Semoga dirimu dapat berpamitan dengan segera dan baik-baik, menuju alam keabadianmu.
Bagi kita manusia, mari kita meluruskan niat, bergandengan tangan, bergotong royong dan saling bahu-membahu, untuk memaksimalkan ikhtiar dengan kapasitas masing-masing. Paling kecil yang bisa kita lakukan dari ikhtiar itu adalah mari #diam dirumah saja, #selalu cuci tangan dan #jaga jarak aman agar virus corona ini dapat kita antarkan pulang dengan cepat kembali pada rumah abadinya.


![[Masih Percayakah Ajang Judi Bernama “Pemilu”?]](https://i0.wp.com/www.aslianakmuna.com/wp-content/uploads/2020/12/20190603_181111-1.jpg?resize=150%2C150)

