Sab. Jan 17th, 2026

Menjadi bagian utama dari sejarah pendirian Unit Kegiatan Mahasiswa tingkat universitas yakni Pengembangan Prestasi dan Riset Mahasiswa (PRISMA UMS) adalah hal yang sangat membanggakan buat saya. Banyak hal yang saya lalui bersama teman-teman lainnya agar forum yang kini menjadi lembaga keilmiahaan resmi dapat eksis di tingkat universitas hingga hari ini.

Perjalaanannya di mulai dari perjuangan membentuk diri agar mampu berprestasi di kancah nasional maupun internasional. Tak ayal dari sini sikap kritis terhadap masalah-masalah yang kecil hingga besar muncul dan terasah membawa saya pada keadaan diri saat ini. Bagaimana tidak, saya pribadi dihadapkan pada realita yang terjadi di masyarakat, bangsa dan negeri ini. Mencari probematika hangat dan faktual beserta solusinya yang kemudian di tuangkan dalam bentuk makalah atau laporan ilmiah. Baik itu yang telah teruji di meja dapur penelitian atau hanya masih menjadi ide/gagasan yang bersifat kajian teroritis dari kolektivitas jurnal yang ada. Hasil dari makalah tersebut tentunya dituangkan menjadi persentasi yang di uji kualitasnya bersama teman-teman kampus lainnya di hadapan para dokter, profesor atau mereka yang pakar di bidangnya. Dari sinilah saya mendapati banyak sahabat juga relasi baik itu mahasiswa lintas universitas hingga dosen, sebagai modal awal untuk saling tukar gagasan juga pendapat yang berefek pada lahirnya sebuah solusi ilmiah. Tak hanya itu tentunya, saya pun semakin tertantang dan terasah dalam memberikan solusi serta menyuguhkannya bagi perubahan dan perbaikan sosial-masyarakat tak terkecuali kampus.

Pasca membangun identitas diri ini, saya kemudian berusaha merangkul teman-teman lainnya yang sepemahaman agar dapat mengikuti jejak perjuangan yang sudah di lakukan. Tentunya pembentukan “Personal Branding” ini tak terlepas dari salah satu sosok senior di kampus yang selalu mendorong dan memberikan masukan saya dalam mengaktualisasikan pribadi terhadap ide ilmiah yang akan di olah. Dialah Muhammad Fajar Nur Pratama atau yang sering saya sapa “Mas/Kang Fajar”. Seorang Mahasiswa Teknik Mesin angkatan 2009 yang merupakan atasan saya di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik sebagai Ketua BEM pada masanya. Perpanjangtanganan semangat keilmiahaan, riset, dan prestasi yang beliau torehkan, kemudian saya tauladani hingga wujudkan dalam bingkai keluarga yang bernama “Komunitas Mahasiswa Ilmiah Pengembangan Ilmu dan Teknologi atau disingkat KMI-PIT” .

Berawal dari komunitas inilah kemudian saya bernarasi membius sahabat juga adik-adik saya di kampus agar dapat berprestasi, berkontribusi positif, serta memberi pelangi baru bagi universitas. Sebab pada awalnya lembaga keilmiahan ditingkat universitas laiknya kampus-kampus lainnya seperti UNS yakni Studi Ilmiah Mahasiswa (SIM), UKM Riset dan Penalaran EXIST di Universitas Jambi, Kelompok Peneliti Muda UNJ serta serupanya belum ada dan hidup di kampus saya.
Memberikan para mahasiswa terpilih yang telah terhipnotis hingga bergabung ini materi seputar pengalaman yang diperoleh selama beradu ide, kiat-kiat kepenulisan ilmiah, serta tata cara menggali masalah seraya memberikan solusi/ide kreatif dan inovatif yang di gagas.
Tak lupa pula project-project kemahasiswaan yang bisa kami bantu fasilitasi baik itu berupa sharing ilmu ataupun aktivitas lapangan menjadi bagian kegiatan dalam membangun eksisitas komunitas ini. Hingga memberikan bantuan untuk memfollow up salah satu mahasiswi cantik nan cerdas di kampus sebagai Mahasiswi Berprestasi di tingkat universitas, regional dan nasional. Dialah Endang Rahmawati dengan sapaan akrab Mba Endang adalah seorang Mahasiwi jurusan Biologi yang mengusung tema “Sereal Daun Kelor Sebagai Solusi Malnutrisi di Indonesia”. Ide dan project pengembangan kelor yang sempat booming di salah satu stasiun televisi lokal inilah yang mengharumkan namanya di internal kampus bahkan nasional. Kelor yang merupakan tanaman asing dan sakral di daerah Jawa Tengah ini menjadi gagasan yang dinilai sangat unik, kreatif juga inovatif. Efek dari pengilmihaan tanaman kelor olehnya menyebabkan narasi negatif kelor lambat laun menjadi luntur. Bahkan beberapa sahabat dekat di kampus tak enggan untuk mulai mengonsumsinya sebagai sayur bening dalam kesehariannya. Pada akhirnya Endang pun mampu meraih kemenangan di ranah kampus hingga regional Jawa Tengah. Membuatnya berkeliling di berbagai negara untuk mempersentasikan idenya. Hingga dia pun menjadi delegasi kedua Universitas Swasta yang beradu di skala nasional sebagai Mahasiswa Berprestasi. Naik daunnya nama Endang di kancah nasional tentunya membawa harum nama universitas tak terkecuali komunitas KMI-PIT yang sedang dalam rintisan. Dia menjadi nilai jual baru dalam mempromosikan nama KMI-PIT di kalangan mahasiswa dan birokrasi kampus.

Perjalanan yang begitu panjang dengan lahirnya generasi baru yang telah terbuai dalam belaian hangat prestasi, branding diri juga pundi-pundi keuangan untuk mengisi kekosongan kantong, membawa jejak saya pribadi harus beralih posisi. Pergantian saya sebagai nahkoda utama kapal komunitas berganti karena perjuangan yang saya lakukan telah cukup untuk menjadi batu loncatan bagi teman-teman lainnya. Lahirnya New Generation dengan semangat yang baru serta fokus penyelesaian amanah kuliah di kampus adalah alasan utama saya harus bergeser. Pengalaman prestasi, suka duka, senang, bahkan bunga-bunga cinta yang sempat tercantol menjadi masa-masa pribadi saya dalam mengemban amanah tersebut. Generasi baru pun akhirnya terbentuk untuk melanjutkan perjalanan panjang KMI-PIT. Saudara Eqwar Saputera yang merupakan eks Sekretaris Keluarga Mahasiswa Teknik Mesinlah yang diamanahkan menggantikan posisi saya. Eqwar ditunjuk karena semangat belajar, perubahan dan perbaikan yang dimiliki cukup besar. Menurut saya dia adalah sosok dari separuh kepribadian yang saya miliki. Hehehe.

Hal menarik terjadi dari proses pergantian tersebut. Di mana saya diajukan sebuah pertanyaan krusial seputar “Apa tujuan utama saya dalam memperjuangkan komunitas ilmiah ini. Saya kemudian menjawab bahwa semoga dia menjadi wadah prestasi untuk saling transfer ilmu memberikan solusi kreatif dan inovatif satu sama lain hingga dapat menjadi amal jariyah bagi saya, orang lain terutama orang tua saya pribadi yang dapat menolong kita kelak.
Meski telah berganti pemain, saya pribadi pun masih berusaha menemani perjuangan mereka hingga legalisasi KMI-PIT ini dapat di terima oleh birokrasi universitas tak terkecuali mahasiswa(i) kampus yang membutuhkannya. Mulai dari harus berhadapan dengan KABAGMAWA Universitas yang cukup rumit, sosialisasi di unit keilmiahan berbagai fakultas, hingga harus melakukan persiapan persentasi di hadapan Wakil Rektor III yang membidangi Kemahasiswaan. Pergolatan syarat pendirian Unit Kegiatan Mahasiwa yang cukup rumit membawa kami harus kerja cukup ekstra dalam memenuhi kelengkapannya. Logo dan namanya pun menjadi masukan yang dikomentari oleh birokrasi. Segala cara coba kami lakukan agar legalisasi ini dapat diperoleh. Satu waktu kejenuhan, kelelahan, dan kemalasan datang menghampiri. Hingga tak ada gairah lagi untuk melanjutkan apa yang telah di perjuangkan. Akan tetapi kembali mengingat niat dan semangat yang telah dibangun di awal menggugah kami harus menuntaskan semuanya.
Nama, logo, termasuk tanda tangan persetujuan sebagai formalitas kelegalan harus dipenuhi secepatnya. Jerih payah kami yang terus tak luntur turut menggugah bagian kemahasiswaan kampus agar serta andil besar dalam setiap perumusan lembaga ini. Intensitas koordinasi bersama mereka pun semakin berjalan dengan baik. Sebutlah Ibu Siti Lazimah dan Pak Anto panggilan akrab beliau yang mendorong kami hingga ke wakil Rektor III agar ini dapat wujud. Nama PRISMA (Pengembangan Riset dan Prestasi Mahasiswa) pun merupakan usulan terbaik mereka agar mengganti sebutan KMI-PIT yang sarat nuansa keteknikan. Logo yang kami tawarkan dari desain pikir juga tangan halus teman-teman adalah urunan bersama yang di suguhkan. Kesepakatan nama, logo serta visi dan misi yang telah sequfuh untuk pengembangan nuansa keilmiahan kampus pun disetujui. Hingga ketokan palu bapak Wakil Rektor III dijatuhkan akhirnya PRISMA UMS dengan segala atributnya menjadi legal di universitas. Syarat yang cukup berat pun akhirnya menjadi tantangan masa percobaan tiga bulan lembaga ini eksis. Pasca pelantikan pengurusnya secara resmi, gerakan keilmiahaan kampus pun di mobilisasi oleh Eqwar dan kawan-kawannya.

Pada awalnya saya merasa sangsi dengan syarat tersebut, akan tetapi semangat perubahan yang juga mendarah daging ditubuh eqwar membuktikan dan mematahkan semua keraguan itu. Studi keilmihaan, pelatihan kepenulisan, hingga proyek sosial kampus yang wujud membawa perjalanan PRISMA menuju titik terang. Di tambah lagi prestasi-prestasi yang mereka torehkan pun kian hari kian meningkat. Program Hibah Bina Desa dengan segala kerumitannya sebagai titik awal baru bagi PRISMA dapat mereka raih. Lulusnya proposal Program Kreativitas Mahasiswa yang menjadi ajang bergengsi nasional mampu menembus awan. Tak tanggung-tanggung beberapa dari mereka menjajaki Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional yang merupakan puncak dari pergolatan Program Kretivitas Mahasiswa. Dan yang membuat saya pribadi semakin bangga adalah mereka mampu membawa medali yang tentunya sangat dinantikan oleh setiap kampus yang mengikuti ajang tersebut. Mereka adalah Ery, Hidayah, tak terkecuali adik cantik, kecil nan imut dengan semangat yang berapi-api, Luthfia nama panggilan sayangnya. Terlepas dari sosok yang saya ingat pada masa tersebut, tentunya support sistem dari teman-teman internal PRISMA pun sangat mendukung proses pencapaian terbaik itu. Banyak hal yang tentunya mereka dapati saat itu, mulai dari sosoknya yang dikenal di kampus bahkan nasional, bertambahnya relasi baru dari kawanan kampus lainnya, apresiasi kampus, bangganya kedua orang tua, hingga uang saku yang pasti dapat menghidupi mereka beberapa tahun ke depan. Masalah besaran uang jajan yang di dapat, silahkan langsung tanya pada mereka ya. Soalnya saya pun tidak mengetahui berapa jumlah yang diperoleh. Bahkan parahnya tidak membaginya ke saya hehehe :))

Pada perjalanannya hingga hari ini dengan sederet prestasi dan kontribusi yang semakin meningkat dari jendela media sosialnya yang terus saya pandangi, menambah rasa haru dan bangga bercucur air mata kesenangan pada heningnya malam atas perjuangan yang telah dilakukan selama ini. Perjuangan yang menghabiskan waktu saya 6 tahun di kampus akhirnya mampu melahirkan generasi prestasi yang selalu memberikan ide solusi kreatif juga inovatif atas permasalahan kampus, rakyat terlebih lagi bangsa-negara terus tumbuh dan berkembang sejak hadirnya PRISMA ini.

Kadang merasa rindu sama mereka yang dulu menemani saya pribadi dalam perjuangan. Perubahan 180 derajat yang saya liat dari mereka, tentunya membawa manfaat lebih bagi perjuangan yang sesungguhnya dimasyarakat. Tak terkecuali mampu menambah nilai positif mereka dalam menempuh kerasnya samudera persaingan kehidupan dan dunia kerja. Semoga selalu lahir mas fajar, tryas, eqwar, hidayah, bagas, lutfhia dan teman-teman berprestasi lainnya di PRISMA yang sama bahkan melampaui pribadi asli mereka.

Selamat Ulang Tahun yang ke-6 PRISMA UMS.
Berharap dapat selalu menjadi Unit Kegiatan Mahasiswa yg Berpresatasi dan Mencetak Generasi yang Solutif, Kreatif juga Inovatif dalam memberikan perubahan di masyarakat.

Videonya perjalannya bisa mampir ke sini yach : https://youtu.be/ZmVW-OdtyWY

#Tetap Semanga #TetapBerprestasi. #HidupSekaliBerartiLaluMati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X