Sel. Apr 16th, 2024

Hari pangan sedunia yang jatuh hari Sabtu Tanggal 16 Oktober 2021, terperingati dengan cukup meriah di berbagai negara di dunia tak terkecuali Indonesia. Tema yang selalu menjadi hastag peringatan kegiatan ini khususnya di Indonesia adalah Go Pangan Lokal yang pertama kali diinisiasi oleh Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI) Klaster  Mahasiswa.

Kabupaten Muna, yang merupakan salah satu daerah di Indonesia melalui Politeknik & STIKES Karya Persada Kabupaten Muna, turut serta menyukseskan hari pangan tersebut dengan mengadakan Pameran Pangan Lokal yang dirangkaikan bersama kegiatan lainnya laiknya Jalan Sehat, Pemeriksaan Kesehatan, Pameran Fotografi Pangan Lokal, Flash Mob Go Pangan Lokal, serta Jajanan Kreasi Pangan Lokal.

Kampus yang berkolaborasi dengan beberapa Organisasi Kepemudaan di Kabupaten Muna ini mengangkat tema “Sehat Daerahku dengan Pangan Lokal, Indonesia Bisa”, berpusat di Arena Sarana Olahraga Raha Kabupaten Muna, pada hari ini Minggu pagi 17 Oktober 2021 pukul 07.00-Selesai.

Banyak sajian pangan Lokal Muna yang dihidangkan di meja pameran tersebut. Mulai dari “Ubi Rebus, Jagung Rebus, Onde-Onde, Puding, dan terutama yang buat menarik bagi saya adalah Kreasi Makanan dari Tanaman Familiar Lokal Muna yakni Kelor atau Banggai. Olahan kreatif dari tangan terampil para mahasiswa/i Politeknik & STIKES Karya Persada Kabupaten Muna yang mengkreasikan Kelor bersama komponen Lokal Muna lainnya menjadi Onde-Onde, Puding hingga Jus Kelor dimaksudkan agar Kelor tidak hanya dikonsumsi sebagai sayur semata. Akan tetapi dapat menjadi cemilan enak, sehat dan bergizi yang dapat dicicipi oleh semua kalangan, ” ungkap Dian salah satu Dosen sekaligus Kaprodi D3 Kebidanan kampus tersebut”.

Saya pribadi pun melirik dan mencoba olahan Jus Kelor dalam deretan meja itu. Bagi saya rasanya sangat enak, tidak terasa pekat dan cocok sebagai minuman kesehatan yang perlu di uji lebih lanjut, layak untuk dipatenkan, discale up dan bahkan di promosikan sebagai salah satu “Minuman Sehat Khas Daerah”. Langkah saya untuk mencicipinya ternyata tak terduga diikuti oleh para pengunjung lainnya. Hal itu dilakukan sebab mereka mengamati kreasi Jus Kelor dari mahasiswa/i D3 Kebidanan STIKES Karya Persada Muna ini terbilang unik, sehat dan menyegarkan. Hingga cocok untuk dikonsumsi dalam keseharian aktivitas untuk melepas lelah dan dahaga.

Agenda Go Pangan Lokal Muna hari ini, dengan beberapa Sajian Olahan yang dipromotori oleh Kampus Kesehatan itu, diharapkan dapat menjadi penggerak promosi pangan lokal di Kabupaten Muna yang kegiatannya bisa lebih luas berkembang hingga menyentuh kontribusi rakyat dan pemerintah. Tujuannya adalah sebagai sarana gerakan penyadaran yang masif kepada masyarakat Kabupaten Muna untuk kembali mencintai pangan lokal khas Muna yang dihasilkan dari tanah subur Wite Barakati.

Karena dengan bergerak bersama merangkul  berbagai  lapisan masyarakat dalam ragam instansi dan lembaganya,  Politeknik dan STIKES Karya Persada Muna tak terkecuali Masyarakat Kabupaten Muna berharap dapat  turut berperan penting dalam usaha perwujudan kedaulatan pangan di Kabupaten Muna hingga nasional.

Olehya itu, Kampanye Go Pangan Lokal kali sangat bermanfaat sekali bagi penyadaran agar kembali ke Pangan Lokal yang tentu sangat erat kaitannya dengan Pola Makan dan Kesehatan. Sebab menurut salah satu praktisi pola makan, Inge Tumiwa–Bachrens yang telah saya kutip dari tempo(dot) com dan simpulkan mengatakan bahwa Agar Tubuh dan Badan Kita kembali Sehat lakukanlah Pola makan Eating Clean, Makanlah seperti apa yg nenek moyangmu Makan, Go Pangan Lokal” . Sehingga dengan demikian akan tercipta “Sehat Masyarakatku, Sehat Daerahku”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X